maaf sebelumnya jika kamu masih saya jadikan inspirasi dalam tulisan ini
maaf sebelumnya jika nama kamu masih tersirat dalam tulisan ini
dan maaf sebelumnya..jika aku masih mengingat sedikit tentang kita
izinkan aku malam ini mengingat kamu, bernostalgia sedikit tentang masa lalu, tentang perpisahan kita yang tepat satu tahun lalu..
sebelumnya saya ingin menyapa.. selamat malam, wahai kamu lelaki berjenggot tipis yang mungkin sudah tak mengingat sedikit pun tentang aku
kamu ingat hari ini tanggal berapa? ya mungkin kamu ingat hari ini tigabelas september, tapi dengan yakin aku pastikan bahwa kamu tak mengingat sedikit pun peristiwa tigabelas september tahun lalu..
tepat setahun yang lalu.. jam segini, dengan keadaan cemas tak menentu, dengan sebuah ponsel mungil yang tak pernah ku lepas dari genggaman ku, dengan jantung yang berdetak lebih kuat dari biasa nya, dengan rasa kantuk yang tak bisa dilampiaskan aku menunggu kabar mu. menunggu sebuah paragraf dari ponsel mu mendarat ke inbox ponsel ku,yang ku tahu pada hari itu kamu sedang sibuk dengan kuliah baru mu, aku maklum, aku memahami, namun sepertinya aku semakin teracuhkan, aku mulai merasa..
selang beberapa menit dari rasa kantuk yang hampir mengantar ku untuk terlelap, ponsel ku bergetar. satu paragraf singkat dari ponsel mu akhir nya bisa ku baca di ponsel ku. bibir ku meraih senyum kecil nya. sebentar saja. kemudian kembali cemberut. terdiam. ku acuhkan ponsel ku diatas tempat tidur 3 kaki ini. tak lama ponsel ini berdering. kita memulai percakapan absurd yang diakhiri dengan air mata. aku tak tau apakah kau juga meneteskan air mata seperti aku di ujung telpon sana. menangis lagi. hanya itu yang sanggup aku lakukan kala bom atom dari bibir mu meledak dengan hebat nya.
bagaimana tak menetes? jika tepat di malam sepuluh bulan suatu hubungan harus berakhir tanpa alasan yang logis. mungkin kau hanya ingin lebih bebas tanpa ada beban. mungkin kau sudah temukan kehidupan baru. dan mungkin....ah sudahlah
bodoh?
lemah?
cengeng?
jika kamu atau kalian semua menganggap ku seperti itu, tak masalah. aku terima. begitulah ada nya.
kini..sudah setahun. sudah setahun ku lewati hari tanpa kamu. sudah setahun aku sendiri tanpa seorang pun yang menggantikan mu. sudah setahun perpisahan kita.. jangan tanyakan kenapa aku belum temukan penggantimu. tanyakan saja hati mu mengapa dengan tega mengakhiri kisah manis itu..(jika kamu masih punya hati)
bagaimana satu tahun mu berlalu? masih kah seperti dulu? seperti yang masih ada dalam ingatanku
masih kah kau sering bermain play station kesayanganmu hingga larut malam?
masih kah kau suka bangun di tengah malam hanya untuk menonton pertandingan sepak bola tim jagoan mu?
Begitu banyak pertanyaan berkecamuk di kepalaku, tentang bagaimana kehidupanmu setahun ini. Setahun setelah perpisahan kita. Apakah kau baik-baik saja?
aku menulis tulisan ini dengan keadaan sama seperti satu tahun yang lalu. dengan ponsel yang tak lepas dari genggaman ku. dengan jantung yang berdetak lebih kuat dari biasa nya. dan dengan rasa kantuk yang tak bisa dilampiaskan.
tak banyak harap ku
tak banyak ucap ku
hanya terimakasih yang ku ucap
kata apa lagi yang pantas ku berikan untuk mu selain terimakasih?
terimakasih,bang..
terimakasih karna telah memilihku
terimakasih sudah pernah mencintaiku
terimakasih sudah membuat ku tersenyum dengan pesan singkat mu yang mendarat di ponsel ku
terimakasih sudah membuat ku menangis dengan pesan singkat mu yang mendarat di ponsel ku
terimakasih sudah memperhatikanku
terimakasih sudah menerimaku dengan segala kekurangan ku
terimakasih atas perjalanan yang tak pernah ku bayang kan
terimakasih atas kenangan manis yang tak pernah ku lupakan
terimakasih atas kecupan mu yang mendarat di keningku
terimakasih telah menjadikan ku wanita sekuat ini
terimakasih sudah memulai
terimakasih sudah mengakhiri
selamat tinggal 13~
maaf sebelumnya jika nama kamu masih tersirat dalam tulisan ini
dan maaf sebelumnya..jika aku masih mengingat sedikit tentang kita
izinkan aku malam ini mengingat kamu, bernostalgia sedikit tentang masa lalu, tentang perpisahan kita yang tepat satu tahun lalu..
sebelumnya saya ingin menyapa.. selamat malam, wahai kamu lelaki berjenggot tipis yang mungkin sudah tak mengingat sedikit pun tentang aku
kamu ingat hari ini tanggal berapa? ya mungkin kamu ingat hari ini tigabelas september, tapi dengan yakin aku pastikan bahwa kamu tak mengingat sedikit pun peristiwa tigabelas september tahun lalu..
tepat setahun yang lalu.. jam segini, dengan keadaan cemas tak menentu, dengan sebuah ponsel mungil yang tak pernah ku lepas dari genggaman ku, dengan jantung yang berdetak lebih kuat dari biasa nya, dengan rasa kantuk yang tak bisa dilampiaskan aku menunggu kabar mu. menunggu sebuah paragraf dari ponsel mu mendarat ke inbox ponsel ku,yang ku tahu pada hari itu kamu sedang sibuk dengan kuliah baru mu, aku maklum, aku memahami, namun sepertinya aku semakin teracuhkan, aku mulai merasa..
selang beberapa menit dari rasa kantuk yang hampir mengantar ku untuk terlelap, ponsel ku bergetar. satu paragraf singkat dari ponsel mu akhir nya bisa ku baca di ponsel ku. bibir ku meraih senyum kecil nya. sebentar saja. kemudian kembali cemberut. terdiam. ku acuhkan ponsel ku diatas tempat tidur 3 kaki ini. tak lama ponsel ini berdering. kita memulai percakapan absurd yang diakhiri dengan air mata. aku tak tau apakah kau juga meneteskan air mata seperti aku di ujung telpon sana. menangis lagi. hanya itu yang sanggup aku lakukan kala bom atom dari bibir mu meledak dengan hebat nya.
bagaimana tak menetes? jika tepat di malam sepuluh bulan suatu hubungan harus berakhir tanpa alasan yang logis. mungkin kau hanya ingin lebih bebas tanpa ada beban. mungkin kau sudah temukan kehidupan baru. dan mungkin....ah sudahlah
bodoh?
lemah?
cengeng?
jika kamu atau kalian semua menganggap ku seperti itu, tak masalah. aku terima. begitulah ada nya.
kini..sudah setahun. sudah setahun ku lewati hari tanpa kamu. sudah setahun aku sendiri tanpa seorang pun yang menggantikan mu. sudah setahun perpisahan kita.. jangan tanyakan kenapa aku belum temukan penggantimu. tanyakan saja hati mu mengapa dengan tega mengakhiri kisah manis itu..(jika kamu masih punya hati)
bagaimana satu tahun mu berlalu? masih kah seperti dulu? seperti yang masih ada dalam ingatanku
masih kah kau sering bermain play station kesayanganmu hingga larut malam?
masih kah kau suka bangun di tengah malam hanya untuk menonton pertandingan sepak bola tim jagoan mu?
Begitu banyak pertanyaan berkecamuk di kepalaku, tentang bagaimana kehidupanmu setahun ini. Setahun setelah perpisahan kita. Apakah kau baik-baik saja?
aku menulis tulisan ini dengan keadaan sama seperti satu tahun yang lalu. dengan ponsel yang tak lepas dari genggaman ku. dengan jantung yang berdetak lebih kuat dari biasa nya. dan dengan rasa kantuk yang tak bisa dilampiaskan.
tak banyak harap ku
tak banyak ucap ku
hanya terimakasih yang ku ucap
kata apa lagi yang pantas ku berikan untuk mu selain terimakasih?
terimakasih,bang..
terimakasih karna telah memilihku
terimakasih sudah pernah mencintaiku
terimakasih sudah membuat ku tersenyum dengan pesan singkat mu yang mendarat di ponsel ku
terimakasih sudah membuat ku menangis dengan pesan singkat mu yang mendarat di ponsel ku
terimakasih sudah memperhatikanku
terimakasih sudah menerimaku dengan segala kekurangan ku
terimakasih atas perjalanan yang tak pernah ku bayang kan
terimakasih atas kenangan manis yang tak pernah ku lupakan
terimakasih atas kecupan mu yang mendarat di keningku
terimakasih telah menjadikan ku wanita sekuat ini
terimakasih sudah memulai
terimakasih sudah mengakhiri
selamat tinggal 13~

